Puspa Anggraheni

Biografi S. Puspa Anggraheni , Purbalingga I Purbayasa....

Selengkapnya

Jangan Paksa Mencium Bibirmu

Jangan Paksa Mencium Bibirmu

Akhir - akhir ini saya sering mengamatinya dari jauh. Saya sengaja agar dia tidak mengetahui hal ini.

Sejak saya diingatkan oleh Bapak Adnan Yusufi untuk segera membantunya. Saya bulatkan niat tak peduli dengan berita negatif tentang dia.

Tadi pagi ada kerja bakti di sekolah. Sebelumnya saya minta ke guru kelasnya untuk menghadirkan Andi. Dia agak ragu, lambaian tanganku memberi kekuatan padanya untuk segera mendekat mejaku.

"Jika kamu tersenyum ternyata ganteng loh," ledekku. Sikap Andi mulai tampak nyaman.

Sebelum memanggilnya, saya sudah mendapat informasi bahwa Andi sekarang sudah fokus di kelas. Dia minta pindah kelompok ke kelompok anak-anak yang rajin. Saya coba membaca pekerjaan dia di lembar evaluasi. Tulisannya sudah cukup baik dan jawaban tepat. Percaya diri Andi rupanya makin baik. Saya ingat kembali tentang grapologi yang pernah saya ikuti, ciri-cirinya ada pada tulisan Andi.

"Kamu mau ikut outbond?" Tanyaku.

"Ikut bu, tapi uangnya kurang Rp 50.000", jawabnya sambil menggoyang-goyang kakinya.

"Baiklah, uang itu untuk saku kamu saja, untuk biaya outbond nanti ambil dana yang lain tidak usah dipikir", pintaku.

"Tetapi jawab dulu, ketika kamu ke terminal beli apa?",

"Saya disuruh membelikan rokok, Bu..!." Bukan untuk saya Jawabnya.

Jangan paksa saya mencium bau rokok dari bibirmu, karena saya pasti tahu tanpa cara itu pikirku dalam hati.

"Ayuk berjabat tangan, ibu bisa merasakan dan tahu jika kamu bohong.

Sebenarnya semua orang juga bisa mengetahui jika orang yang dihadapannya bohong. Karena sehebat apa pun seseorang bermain watak, tidak mampu mengatur bahasa tubuhnya.

Kembali kepada kisah Andi. Mendengar pengakuan dan mengamati perilakunya makin yakin jika anak ini berubah.

Rupanya kerja bakti hari ini cukup lama. Sampai istirahat kedua belum selesai. Ketika saya melewati depan kelasnya, dia tampak dengan serius dan hati-hati membersihkan beberapa kipas angin.

Saya terharu, ya Allah...inilah hikmah. Engkau hadirkan anak-anak yang tampaknya bermasalah. Ternyata Engkau memberikan ladang amal untuk kami para guru.

Wahai saudaraku para guru, tentu banyak Andi-Andi di negeri ini. Kalau kita didatangi anak-anak yang kelihatannya menyusahkan, itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita untuk bisa membantunya.

Jangan berputus asa, bermohonlah dan bersabarlah dengan menyakini jika Allah hadirkan ujian pada kita, pastilah sesuai kemampuan kita. Sebagaimana janji Allah di QS Al Baqoroh ayat terakhir, tidak Allah menguji hamba di luar kemampuannya.

Terimakasih Bapak Adnan Yusufi atas motivasinya, insyaallah saya terus belajar dan belajar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

seperti biasa, bunda puspa selalu menginspirasi

14 Sep
Balas

Insyaallah bunda...waah sudah lama banget ga ketemu...smg bund sukses sll aamiin

14 Sep

Sungguh sangat bagus tulisan ini , betul banyak Andi - Andi yang perlu perhatian khusus seperti ini...semoga bisa mengikuti jejak untuk bisa menanggani Andi- Andi yang ada disekolahan kami

14 Sep
Balas

Niat baik sdh berpahala, yakinkan ht saja bund...mrk dihadirkn dlm kehidupan kt pasti ada hikmahnya.

14 Sep

Subhanallaaahhh... ajjjiiibbb bund! kejernihan makna tulisan ini cerminan tulus hati sang penulis... yeyeyeyeyeeeee... go ahead

13 Sep
Balas

Aamiin...insyaallah...trmksih doa dan motivasinys guru

13 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali